oleh

Urai Kemacetan Polres Lakukan Kajian

LUBUKLINGGAU, MS – Seiring pesatnya pembangunan dan berdirinya sejumlah pusat perbelanjaan di kota Lubuklinggau membuat kota Lubuklinggau kerap mulai mengalami kemacetan.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut Polres Lubuklinggau menggelar rapat koordinasi forum lalulintas dan angkutan jalan kota Lubuklinggau dengan menghadirkan perwakilan PUBM, Dishub, Pol PP, Organda, Lippo Plaza, JM dan perwakilan LSM Kota Lubukinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar didamping Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara serta beberapa perwira lainnya mengatakan, tujuannya mengundang pihak-pihak terkait tersebut guna membicarakan mengenai masalah kemacetan di kota Lubuklinggau yang utamanya berada di sepanjang jl Yos sudarso.

“Kita undang dan meminta masukan dari mereka. Alhamdulillah masukan sudah kita terima dan akan kita tindak lanjuti,” ungkapnya, Selasa (16/1).

Sunandar menjelaskan, berdasarkan pengamatannya, titik titik yang paling sering terjadi kemacetan yakni berada di depan pusat perbelanjaan Lippo Plaza dan JM Lubuklinggau.

“Kemacetan itu terjadi pada saat jam rawan terutama pada saat pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB dan kerap terjadi pada saat hari libur,” katanya.

Hanya saja, kemacetan yang terjadi
saat ini hanya bersipat insidentil  belum terlalu parah. Namun walaupun demikian  kemacetan ini harus mulai diantisipasi supaya tidak mengganggu masyarakat.

“Saat ini kemacetan sudah mengganggu perasaaan masyarakat. Sehingga perlu penanganan sejak dini dan bisa segera di urai sebelum timbulnya aksi dari masyarakat,” ucapnya.

Sunandar meyebutkan, faktor utama yang menyebabkan kemacetan sangatlah banyak dan perlu pengkajian mendalam. Hanya saja dari kajian itu ada dua faktor penyebabnya pertama karena masyarakatnya banyak yang tidak patuh.

“Kemudian kedua dari manajemen Lippo ada beberapa syarat yang harusnya terpenuhi, namun sampai dengan saat ini syarat itu belum di penuhi. Tapi syarat itu akan kita sampaikan kepada mereka,” ungkapnya.

Sunandar pun menyatakan, untuk mengatasinya masalah kemacetan saat ini sudah mempunyai jalan keluarnya dan akan dikelola secara permanen. Bahkan ada masukan  jalur lingkar supaya diaktifkan dan penataan angkutan umum regional tidak boleh masuk kota.

Sedangkan ketika ditanya masalah pelanggaran yang paling dominan di kota Lubuklinggau,  Sunandar mempersilahkan kepada AKP Sukiman untuk menjelaskannya.

Sukiman mengatakan,  selama ini yang paling dominan dan yang paling banyak pelanggaran di kota Lubuklinggau didominasi oleh masyarakat yang tidak menggunakan helm saat berkendara.

“Itulah dalam setiap kesempatan saya selalu katakan, pakai helem, dari pada kepala yang pecah. Lebih baik helem yang pecah,” ungkapnya.(dhiae)

News Feed