oleh

Utang Humas Anggaran 2016, Pemkab Mura Cuci Tangan

MUSIRAWAS, MS – Sejumlah awak media massa yang melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura), resah dengan pencairan dana di bagian humas. Pasalnya, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab), saling lempar tanggungjawab untuk melunasi tagihan media selama tahun anggaran 2016 yang tidak terlunasi.

Izul perwakilan awak media regional, menyatakan sampai saat ini puluhan awak media masih menunggu solusi dari Pemda Mura, mengenai pembayaran tagihan yang belum dilunasi oleh bagian humas. Saat ini awak media dipusingkan dengan ketidakjelasan pemerintah Kabupaten Mura, mengenai tunggakan tersebut yang semestinya sudah dilunasi sebelum memasuki tahun 2017.

“Kita sudah menghadap Bupati, Wabub, Sekda dan Kabag Humas yang baru, untuk meminta solusi bagaimana cara melunasi tagian media yang belum terbayar, ” katanya usai melakukan mediasi dengan Pemda Mura, Selasa (3/1) sekitar pukul 11.00 WIB di lingkungan Perkantoran Bupati Mura.

Menurut Izul, seharusnya Pemkab Mura, dapat bertanggungjawab dalam menuntaskan permasalahan itu dan jangan mencari kambing hitam dari masalah yang dihadapi oleh bagian humas.

“Yang jelas persoalan tagihan yang belum terbayar merupakan urusan perusahaan media dengan instansi pemerintah dalam hal ini pemkab Mura, sementara uangnya sudah digunakan kemana itu merupakan pertangung jawaban oknum Plt Kabag Humas, Fadli, kepada atasannya dalam hal ini Sekda Mura,” tegas Izul.

Untuk itu, tambah Izul, diharapkan Pemkab Mura, lebih respon terhadap keluhan yang disampaikan sejumlah awak media yang melakukan peliputan di wilayah Mura. Pasalnya, Peranan media masa sangatlah penting, selain sebagai penyampai informasi, media juga merupakan mitra kerja Pemerintah.

“Jika hubungan dengan media saja Pemda tidak harmonis, apa lagi hubungan mereka dengan masyarakat. Jelas ini resident buruk untuk Pemerintah kabupaten Mura,” kata Izul yang diamini oleh rekan-rekannya.

Sementara itu, Bupati Mura, H Hendra Gunawan, yang sempat ditemui sejumlah awak media menuturkan, dia kurang paham mengenai masalah teknis keuangan khususnya di bagian humas. Bupati menyarakan, sejumlah awak media untuk duduk bersama dan membahas permasalahan itu bersama Sekda.

“Silakan bahas sama sekda dan Kabag humas yang baru untuk mencari solusinya bagaimana. Kalau masalah teknis saya tidak tahu, soalnya saya bukan yang menggunakan anggaran,” jawabnya.

Informasi terakhir, Pemda Mura enggan membayarkan sejumlah tunggakan terhadap media khususnya media regional, lokal maupun nasional pada periode 2016, berdasarkan bukti surat pernyataan PLH Kabag Humas, H Kms Abdullah Fadli yang ditandatangani di atas matrai, 6 Desember 2016 lalu.

Surat itu menyatakan, tiga point penting seperti tagihan terhadap media regional dengan total sebesar Rp445 juta, hanya dibebankan pada APBD periode 2016 sebesar Rp311 juta. Dan sisanya Rp134 juta menjadi tanggungjawab pribadi H Kms Abdullah Fadli selaku PLt Kabag Humas Mura.

Point ke dua menyatakan, apabila masih ada tagian lainnya di humas Mura yang belum dilunasi, akan diselesaikan dan menjadi tanggungjawab pribadi Plt Kabag Humas lama.

Point ke tiga, surat pernyataan itu menyebutkan dengan berakhirnya anggaran 2016, maka Pemkab Mura khususnya di bagian kehumasan tidak memiliki hutang piutang lagi dengan media lokal, regional, maupun nasional.

Sementara itu, Sekda Mura H Isbandi Arsyat saat ditemui mengatakan, masih banyak piutang yang belum terbayarkan oleh bagian kehumasan termasuk tagihan karangan bunga, media serta tagihan lainnya. Namun secara teknis, Pemkab Mura sudah menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab penuntasan masalah itu kepada Plt Kabag Humas Mura, H Abdul Fadli.

“Yang jelas tagihan di 2016 tidak bisa dibayarkan di 2017. Jika ingin menagih hutang itu, silakan langsung ke PltKabag Humas yang lama, karena sesuai pernyataan yang dia buat kepada kami, semua tagihan itu akan dibayar secara pribadi jadi bukan tanggungan Pemkab,” ungkapnya. (Dhiae)

News Feed