oleh

Vivo Nunggak Pajak Rp 400 Juta BPPRD Lubuklinggau Segel Reklame Vivo

LUBUKLINGGAU, MS – Ditengah trendnya yang sedang meningkat dipasaran, ternyata vivo di Kota Lubuklinggau menunggak pajak reklame selama satu tahun dengan total lebih kurang Rp 400 juta.

Ulah Vivo ini membuat geram Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam hal ini Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lubuklinggau sehingga pada Selasa (22/12) tim gabungan meyegel seluruh reklame dan merk Vivo di Kota Lubuklinggau.

Tim gabungan yang dikomandoi Kepala BPPRD Lubuklinggau,Tegi Bayumi, memasang segel di reklame Vivo bertuliskan ” Reklame ini belum membayar pajak” diberbagai toko handpone seperti di Tio Cell, Lapak Cel, mega cel, dan speed shop Majapahit.

“Upaya-upaya persuasif sudah kami lakukan, kami sudah bersurat dan mendatangi ke Bengkulu, tapi memang mereka berkelit, kata mereka ada pergantian management,”tegas Tegi.

Tegi, mengultimatum agar pihak Vivo segera melunasi tunggakan pajak Vivo yang totalnya lebih kurang Rp 400 juta, sehingga pemerintah tidak harus melakukan upaya paksa pencopotan reklame, pencabutan izin dan keranah hukum.

” Kalau bisa harapan kita bayar saja pajaknya, jangan sampai keranah sana (hukum,red),”tegasnya.

Terpisah, Melina Melda vendor vivo area Bengkulu, saat dikonfirmasi melalui Whatsapp menyatakan akan secepatnya membayar tunggakan pajak.

” Kami sejak 2 hari yang lalu sudah melakukan proses pembayaran dan kami akan bayar secepatnya untuk seluruh pajak reklame beserta dendanya terima kasih,”janjinya.

Untuk diketahui, penanggungjawab reklame vivo untuk Kota Lubuklinggau masuk dalam regional Vivo Bengkulu. (*)

News Feed