You are here
408 RTLH Bakal Ditingkatkan HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

408 RTLH Bakal Ditingkatkan

LUBUKLINGGAU, MS – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Permukim) Kota Lubuklinggau memastikan, terdapat 408 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di delapan kecamatan yang secara bertahap dilakukan peningkatan.

Plt Kadis Permukim, H Emra Endi Kesuma menjelaskan peningkatan hunian tersebut merupakan rumah yang dibangun diatas tanah milik sendiri bagi masyarakat yang sebagian besar berpenghasilan rendah. Maka dari itu, alokasi dana alokasi khusus tersebut diperuntukkan bagi rumah yang tidak layak huni. “Kita akan tetap meningkatkan jumlah RTLH menjadi layak huni, penataan dan kedepan menjadi perhatian melalui Dana DAK dan APBD demi kenyamanan dan ketentraman masyarakat,” katanya.

Teknisnya, penanganan RTLH terbagi menjadi beberapa program meliputi penataan kawasan permukiman (program pusat, Red), bantuan dari Satker provinsi, program APIK (kelurahan), hingga usulan prioritas RTLH. “Hasil evaluasi RTLH 2016, usulan harus melalui proposal sebagai syarat pertanggungjawaban penyerahan bantuan stimulan,” terangnya.

Dimana, meski dilakukan secara bertahap penanganan permukiman kumuh atau RTLH juga disesuaikan dengan hasil deliniasi fasilitator kelurahan. “Teknisnya, penyerahan bantuan stimulan khusus RTLH memang harus diverifikasi untuk memastikan layak tidaknya sebagai penerima program,” jelasnya.

Untuk tahun ini terdapat enam RTLH Kelurahan Taba Baru Kecamatan Lubuklinggau Utara I yang dibedah. Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat tersebut langsung disalurkan ke rekening penerima. Untuk pemanfaatannya juga sudah diatur. Pembangunan perumahan tersebut juga mendapat bantuan. Penerima juga membuat laporan pertanggungjawaban pemanfaatan.

“Pusat sudah memegang data. Hanya saja seiring dengan perkembangan, tidak menutup kemungkinan sudah ada perubahan. Apabila dalam kenyataannya di lapangan sosok penerima ternyata rumahnya sudah layak huni, maka bantuan tersbeut dialihkan untuk yang lain,” ujarnya.

Diakui banyak kendala yang dihadapi saat menata atau mengentaskan kawasan kumuh, salah satunya berkenaan dengan keterbatasan lahan. Lahan tersebut dibutuhkan untuk pembangunan fasiilitas umum dan sosial. Salah satu gagasan yang dibutuhkan di kawasan kumuh yakni septiktank komunal, termasuk pembuangan sampah. (Dhiae)

Related posts

Leave a Comment