You are here
Disperindag Sidak, Temukan Ayam Tak Layak Jual HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Disperindag Sidak, Temukan Ayam Tak Layak Jual

LUBUKLINGGAU, MS – Guna mengantisipasi maraknya peredaran makanan dan minuman yang sudah kadaluwarsa jelang lebaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kota Lubuklinggau,menggelar razia makanan dan minuman di dua supermarket Hypermart dan JM, Senin (12/6/2017).

Satu persatu makanan maupun minuman yang dipajang di dalam supermarket, mulai makanan dan minuman (makmin) berkardus hingga kaleng, tak luput dirazia. Pemeriksaan yang dilakukan petugas mulai dari kualitas makmin, apakah layak konsumsi hingga masa kadaluarsa.

Dari hasil razia makmin, petugas menemukan ayam yang sudah tidak layak lagi untuk dijual sedangkan makanan-minuman kadaluarsa dan non halal tidak ditemukan.

Kepala Disperindag Kota Lubuklinggau, H.M Hidayat Zaini melalui Kepala Bidang Pengawasan Kota Lubuklinggau Devi Ulva mengatakan, razia  dilakukan untuk mengantisipasi adanya barang-barang yang sudah kadaluarsa maupun rusak masuk ke supermarket. “Sidak ini untuk mencegah kecurangan oleh pelaku usaha, sebelumnya kita juga sudah melakukan razia di pasar Inpres,” jelasnya.

Devi mengungkapkan, dalam sidak didua supermarket pihaknya tidak menemukan bahan-bahan berbahaya maupun yang sudah kadaluarsa baik yang berlabel tidak halal. “Tadi kita temukan ayam yang diduga tidak layak jual tapi sudah dilakukan penarikan dari pihak perusahaan Hypermart,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, sidak akan gencar dilakukan, karena dengan dilakukan pengawasan secara terus menerus maka hak konsumen untuk dicurangi oleh pengusaha dan pedagang tidak akan terjadi. “Kita minta pedagang dan pengusaha Supermarket untuk tidak melakukakn kecurangan, mulai dari mengoplos, menjual barang kadaluarsa hingga memainkan timbangan, jika ditemukan maka sanksi pidana dapat berikan kepada pelaku yang curang tersebut,” imbaunya.

Sementara, Manager Hypermart Lubuklinggau Pramono mengatakan, pihaknya memohon maaf atas temuan petugas adanya ayam yang sudah tidak layak jual lagi. Sebab, karyawannya tidak sempat menariknya lantaran sudah terlalu capek. “Kita tidak bermaksud untuk menjual ayam tersebut tapi karyawan kami yang lupa menariknya akibat terlalu capek melayani pengunjung yang hadir,” jelasnya.

Lanjut Pramono, hingga saat ini pihaknya masih tetap mengutamakan pelayanan prima bagi konsumen baik dari harga, kualitas barang, sehat dan sudah kadaluarsa. “Tidak ada niat kita untuk melakukan kecurangan, karena kami lebih mengutamakan konsumen,” pungkasnya. (dhiae)

Related posts

Leave a Comment