You are here
Gedung DPRD PALI Terbakar, Pegawai Bingung Mau Ngantor DAERAH 

Gedung DPRD PALI Terbakar, Pegawai Bingung Mau Ngantor

Gedung DPRD PALI yang hangus terbakar. (dok metrosumatera)
Gedung DPRD PALI yang hangus terbakar. (dok metrosumatera)

PALI, MS Setelah menikmati liburan panjang, pegawai yang ada di kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mulai masuk kantor. Namun, para pegawai bingung hendak masuk kerja. Pasalnya, semua ruangan terbakar baik itu ruangan bagian umum dan ruangan komisi. Sehingga Gedung DPRD PALI banyak meninggalkan kenangan.

“Saya bingung ketika sampai di kantor, mau bekerja ruangan sudah terbakar,” ujar salah satu tenaga kerja sukarela (TKS) di lingkungan DPRD Kabupaten PALI yang enggan namanya ditulis di media online.

Amri Achmad, Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten PALI mengungkapkan,  bahwa masalah tempat kerja pihaknya akan memanfaatkan sisa ruangan yang tidak terbakar. “Ruang rapat paripurna masih tersisa, bisa kita manfaatkan untuk ruang kerja sementara,” pungkasnya.

Namun, saat ini yang menjadi kendala semua dokumen dan berkas-berkas penting habis terbakar. “Kami harus mengumpulkan dan mencari data tersebut mungkin akan berkoordinasi dengan DPPKAD,” terangnya.

Diakui dia bahwa akibat terbakar pasti kinerja sedikit terganggu. Disini pihaknya akan berusaha keras untuk tetap maksimal dalam bekerja walau fasilitas banyak yang terbakar. “Secepatnya kami akan menghadap Sekda dan Bupati untuk mengusulkan dan meminta solusi agar segera mendapatkan kantor pengganti untuk para anggota dewan bekerja,” ujarnya.

Lebih jauh, bahwa saat ini pihaknya sedang mendata inventaris kantor yang terbakar. “Seluruh barang pengadaan sejak tahun 2014 habis, kita segera data inventaris yang terbakar selanjutnya akan kita laporkan ke bupati dan pihak kepolisian,” tutupnya.

Terpisah ketua Komisi II Irwan ST, atas kejadian ini memang musibah terbesar, akan tetapi atas kejadian ini tidak boleh saling menyalahkan. Seharusnya penjagaan menjelang libur panjang harus diperketat, serta perkantoran tidak boleh dibiarkan kosong. Sebab musibah pasti cepat datang dan cepat perginya,” tukas Irwan.

Untuk diketahui, mengalami musibah yang begitu besar, Kamis malam (7/7) sekitar pukul 19.00 WIB.  Kebakaran itu mengakibatkan ruang komisi dan ruangan bagian umum terbakar.

Aswandi warga Bhyangkara salah satu  penjaga Gedung DPRD PALI mengatakan bahwa sekitar pukul 18:00 wib pihaknya menyalakan semua lampu yang ada di Gedung DPRD PALI. Kemudian pihaknya  mengecek mesin diesel lalu   ditinggalkan dan dirinya langsung pulang ke rumah untuk menjalankan sholat Maghrib.

“Setelah pihaknya Baru saja selesai sholat magrib tiba-tiba  dihubungi salah satu rumah yang berdekatan sekitaran jam 19.00 bahwa  bahwa gedung dewan terbakar. Dengan kejadian ini langsung menelpon pihak pemadam kebakaran, dan seluruh berkas tinggal puing saja, ” ujarnya. (yeng)

 

Related posts

Leave a Comment