oleh

Kebun Pangan Keluarga Ditengah Pandemi

PALEMBANG, MS – Bangkit, satu kata yang harus ditanamkanpada diri sendiri ditengah Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini. Dampak Covid-19 ini membuat perekonomian semua lapisan masyarakat menjadi terpuruk. Pengurangan tenaga kerja di perusahaan membuat banyaknya pengangguran. Namun, hal ini tidak membuat kita patah arang untuk kembali bangkit.

Saling tolong menolong, hal yang tepat untuk kembali bangkit bersama. Hal ini juga dilakukan Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (Sumsel) meluncurkan program ‘Kebun Pangan Keluarga ditengah Covid-19.

Program yang sudah berjalan satu hampir satu tahun ini dengan harapan warga yang menerima bantuan bibit ikan lele, pakan, bibit sayuran, pakan, dan fasilitas lainnya, bisa memenuhi ketahanan pangan keluarga, ditengah perekonomian sulit karena virus corona.

Lalu bagaimana bantuan seperti budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) dan tanaman sayuran di polybag dari penerima manfaat,

Hanif Nurdiansyah, warga Jalan Lebak Mulyo Gang Bhakti Nomor 175, Sekip Ujung, Palembang. Pria yang kerap disapa Hanif, menjadi salah satu penerima manfaat dari ‘Program Kebun Pangan Keluarga’ dari Dompet Dhuafa Sumsel mengucapkan syukur telah mendapatkan bantuan bibit ikan lele, tanaman sayuran di polybag.

“Alhamdulillah tak terasa ‘Program Kebun Pangan Keluarga’ di Sumsel telah berjalan selama satu tahun,” ujar Hanif sambil memperlihatkan bantuannya tersebut, Senin (27/9).

Diakui Hanif, bantuan seperti Kangkung yang ditanam dipinggir ember dan didalamnya dipelihara budidaya ikan lele dapat berkembang biak serta tumbuh subur.

“Kangkung saya kini alhamdulillah sudah mulai masuk tahap pemakaian tanah pada ember.
Sementara untuk ikan lele, dari 80 ekor ikan dalam ember dengan kapasitas air 80 liter, ikan yang hidup dan terus berkembang ada 65 ekor,” ungkap Hanif.

Memang dikatakan Hanif, untuk pembudidayaan ikan lele sendiri mengalami kendala. “Jika saya perhatikan selama satu bulan terakhir, hal itu tampaknya karena kesulitan mengatasi PH atau tingkat keasaman dari air itu sendiri. Apalagi saat ini cuaca terbilang cukup ekstrim.

Cuaca berubah-ubah, hal itu semakin membuat kondisi air di dalam Budikdamber cepet bau,” pungkasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, dirinya selalu sering mengganti air. “Apalagi, kini ikan lele yang ada telah tumbuh dengan besar, sehingga intensitas pergantian air harus lebih sering. Cara itu pun, saya yakin akan dapat mengatasi perubahan cuaca yang kini terus berubah-ubah,” imbuhnya.

Untuk saat ini, dari 65 ekor ikan lele, ada 30 ekor yang tadinya dari benih terus membesar. Kini ukurannya lebih kurang 15 cm, sementara 35 ekor lagi lebih kurang 10 cm. Dan untuk Kangkungnya sendiri, sudah mulai masuk tahap pemakaian tanah pada ember, dan itu membuat perkembangan kangkung yang tadi batangnya tidak terlalu besar, kini telah membesar.

“Tingkat pertumbuhan bibit cabe, sawi, slada, dan tomat sendiri dibandingkan dengan bibit kangkung terbilang cukup lambat. Dan sempat beberapa bibit tersebut ada yang tumbuh, tapi ada juga yang gagal. Hal itu dikarenakan ada gangguan dari burung liar dan tikus yang memakan tunas bibit. Tapi, tingkat keberhasilannya tetap tinggi. Kini semua bibit itu tumbuh dengan subur dan mudah-mudahan bisa membuahkan hasil maksimal dalam beberapa bulan kedepannya,” jelasnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. “Alhamdulillah bantuan ini sangat bermanfaat sekali buat saya. Dan bisa membantu perekonomian saya selama Pandemi Covid-19 ini,” katanya.
Diujung percakapan, ia mengimbau agar masyarakat harus selalu mematuhi protocol kesehatan. “Agar kita terhindar dari virus Covid-19, kita harus selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Kalau kita sehat, bisa bekerja dan bercocok tanam,” ujarnya. (novas)

News Feed