You are here
KUD Sejahtera Mewajibkan Replanting Kebun Kelapa Sawit DAERAH HEADLINE 

KUD Sejahtera Mewajibkan Replanting Kebun Kelapa Sawit

BABAT TOMAN, MS – Sebagai agenda wajibnya yang diatur dalam ketentuan Koperasi, KUD Sejahtera menggelar Pra RAT atau Rapat Anggota Tahunan 2017. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum KUD Sejahtera Drs. Tamrin, M.Si menginformasikan bahwa prestasi besar bagi KUD karena kini telah mendapatkan ISO dari BPDP sebagai Badan Pengelola Kebun Sawit.

“Sebagai laporan, bahwa kini HPP Biaya Produksi kebun Sawit KUD Sejahtera telah mencapai 32,35% per-Maret 2018. Dan patut pula kita apresiasi Mitra KUD Sejahtera yakni PT Pinago Utama, sebagai Technical Backup yang melakukan kontribusi bagi pendapatan KUD, sehingga kini Kekayaan Bersih KUD mencapai Rp 11Milyar, dan kita juga mendapatkan predikat KUD terbaik ketiga SeIndonesia,” tegasnya saat menyampaikan sambutan, Selasa (3/4/2018).

Selain itu pula, perlu kami sampaikan Lanjutnya bahwa sebagai perbandingan 53,20% Hasil TbS Perkebunan pada tahun 2017 lalu disupply untuk petani. “Tentunya progress Usaha yg akan kita kembangkan kedepan tidak hanya pada perkebunan sawit namun bisa kita eksplore misalnyo usaha Real Estate, bahkan kini Pihak Bank mandiri siap menjadi mitra kita,” tuturnya.

Lebih lanjut, sambung pria yang juga Ketua Depicab Soksi Kabupaten Muba ini menuturkan, Peremajaan atau replanting kebun kelapa sawit di Kabupaten Musi Bayuasin kembali berlanjut. Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera mewajibkan replanting kebun kelapa sawit seluas 3.058 hektar.

“Kita wajibkan replanting kelapa sawit KUD Sejahtera dengan luas lahan 3.058 hektar, dan jumlah anggota plasma 1.529. Kita mulai lakukan replanting pada 2020 hingga 2024 mendatang,” ujar Ketua Umum KUD Sejahtera, Thamrin, saat dibincangi di sela-sela acara Pra Rencana Anggaran Tahunan (RAT) KUD Sejahtera.

Saat ini, sambung Thamrin, kelapa sawit yang dikelola oleh KUD Sejahtera telah memasuki tahap akhir atau sudah banyak yang menua, sehingga membuat hasil produksi berkurang. Dimana untuk wilayah KPPA I, setiap hektar berproduksi hanya 9 ton pertahun, sedangkan KPPA II setiap hektarnya berproduksi 12 ton pertahun.

“Replanting nanti, kita akan lakukan pembibitan sendiri, agar bibit yang digunakan baik dan prima, serta memiliki kualitas tinggi, sehingga menghasilkan buah yang banyak,” jelasnya.

Selama menunggu proses replanting berlangsung, kata dia, terdapat beberapa persiapan yang dilakukan, yakni untuk persiapan administrasi pihaknya menyiapkan lahan dan membenahi sertifikat milik anggota karena ada yang balik nama. Sedangkan untuk persiapan keuangan, pihaknya menghimpun dana dari anggota dengan cara menyisihkan 50% penghasilan anggota untuk digunakan sebagai biaya replanting.

“Kita fokus menggunakan dana anggota untuk replanting ini, jika kurang baru menggunakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDB). Terakhir, jika tetap kurang kita baru ke bank,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Muba, Raham Zuber mengatakan, ada beberapa tanda koperasi yang dinilai sehat, yakni melaksanakan RAT berturut-turut selama tiga tahun, aset dan investasinya bertambah dari tahun ke tahun, dan Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun bertambah.

“Serta tidak ada perselisihan di dalam tubuh koperasi yang menganggu kestabilan koperasi itu sendiri, dan semua tanda koperasi sehat tersebut dimiliki KUD Sejahtera. Tentunya kita berharap KUD Sejahtera terus berkembang, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, pegawai, dan masyarakat,” ujarnya. (red/rel)

Related posts

Leave a Comment