You are here
Oknum Kades Diduga Nikah Sirih Bakal Kena Sanksi BENGKULU HEADLINE 

Oknum Kades Diduga Nikah Sirih Bakal Kena Sanksi

BENGKULU SELATAN, MS – Berita tentang oknum kepala Desa yang melakukan nikah sirih, di Kecamatan Pino terancam kena sanksi. Pasalnya pernikahan yang dilakukan kades dengan seorang janda almarhum mantan salah satu ASN di Bengkulu Selatan, tidak mendapat persetujuan dari istri sah oknum Kades tersebut.

Berdasarkan hasil konfirmasi dengan Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (DPMD), Hamdan Sarbaini mengatakan bahwasanya tindakan yang dilakukan oleh oknum Kades bisa menimbulkan keresahan dimasyarakat.

Lebih lanjut Kadis menjelaskan sebagai seorang pejabat publik yang tindak tanduknya menjadi panutan, diwilayah yang dia pimpin tidak sepantasnya ia melakukan hal itu. “Karena hal ini bisa menimbulkan dugaan, dia akan menyelewengkan Dana Desa. Sebab dengan dia beristri lagi sudah barang tentu pengeluaranya akan bertambah sedangkan gaji sebagai seorang kepala Desa tidak bertambah,”jelas Hamdan Sarbaini.

Hamdan menegaskan Kades tersebut bisa saja dikenakan sanksi, bahkan pemberhentian. “Jika ada warga yang tidak terima dengan penikahan sirih yang ia lakukan,” imbuhnya.

Berita tentang oknum Kades nikah sirih tersebut mulai terkuak, setelah IY istri muda oknum Kades meminta kepada salah satu Media Online untuk diberitakan. Karena setelah melakukan pernikahan sirih IY merasa ditelantarkan.

“Kami sudah melakukan menikah sirih sekitar satu bulan lalu di Kota Bengkulu. Dengan harapan bisa berumah tangga layaknya suami-istri yang sewajarnya,” ungkapnya seperti dilansir dari Media Online Pandawa98.Com, beberapa hari lalu.

Namun, rumah tangga yang diduga diawali tanpa sepengetahuan istri sah sang Kades ini tidak berwujud sesuai harapan. IY mengaku kesal dengan sikap acuh suami sirinya.

“Saya merasa tertipu dengan janji-janji yang pernah diucapkannya. Pernikahan bukannya untuk menepati janji, bahkan memperburuk keadaan. Jangankan memberikan perhatian dan kasih sayang, untuk ketemu saja sudah tidak ada waktu,” sesalnya.

Hingga berita ini diterbitkan konfirmasi dengan oknum kades tersebut masih tidak bisa dihubungi. (bajul)

Related posts

Leave a Comment