You are here
Pekerja Minta Hak Upah Dikembalikan, Outsourcing Lippo Diberhentikan DAERAH HEADLINE 

Pekerja Minta Hak Upah Dikembalikan, Outsourcing Lippo Diberhentikan

LUBUKLINGGAU, MS – Permasalahan hak pekerja yang tidak dipenuhi oleh penyedia lapangan kerja terus terjadi di Lubuklinggau. Kali ini dialami pekerja security outsourcing di Lippo Mall Lubuklinggau pada PT Tara Anugerah Rizky Agung (TARA) Palembang yang diberhentikan secara sepihak oleh chief PT TARA di Lubuklinggau yakni Burmawi.

Yakni Miyan Apriyanto dan Eko Suprapto yang menceritakan, bahwa pihaknya meminta perusahaan yang mempekerjakan memenuhi hak mereka terhadap gaji yang dipotong sejak bekerja pada bulan Oktober 2018.

“Gaji kami masuk untuk bulan 10 tertanggal 5 November senilai Rp2juta, padahal gaji kami dipastikan memenuhi standar UMP tahun 2018 yakni Rp2,6 juta. Pemotongan ini berlanjut pada gaji bulan November yakni 1 Desember Rp1,95 juta, berkurang Rp50 ribu alasan pemotongan untuk seragam yang tidak kami terima hingga kami diberhentikan tanpa sebab,” paparnya.

Terakhir, gaji bulan Desember masuk bulan Januari Rp 2,45 juta, namun juga dibarengi dengan surat pemberhentian kerja.

“Kami minta hak gaji kami sesuai UMP full kami terima karena telah terjadi pemotongan yang tidak jelas aturannya dan dikemanakan. Karena kami kerja ini juga dimintai Rp2 juta dengan alasan uang administrasi yang diminta tunai,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya merasa tidak diberikan hak selama menjadi pekerja, seringnya bekerja lembur tapi tidak ditambah upah hingga status mereka apakah berstatus pegawai dan pemenuhan hak lainnya.

“Kami pertanyakan semua yang terjadi pada kami yang telah menjadi korban. Kami juga mengadukan hal ini kepada Disnaker, managemen Lippo dan pihak perusahaan tidak mendapat jawaban apakah kami ini kontrak atau sama seperti PHL,” pungkasnya. (diah)

Related posts

Leave a Comment