oleh

Petambak Kolam Lebih Menjanjikan Ketimbang Petani Padi

LUBUKLINGGAU, MS – Menurunnya hasil panen dan harga gabah yang cendrung fluktuatif membuat masyarakat Kota Lubuklinggau yang menggantungkan hidup dari sektor persawahan mulai mengalih fungsikan sawah-sawah mereka menjadi kolam air tenang.

Hal itu dilakukan warga karena hasil menjadi petambak kolam air deras ‎maupun kolam air tenang lebih menjanjikan ketimbang menjadi petani padi yang pengurusannya cendrung lebih rumit, namun  tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan saat masa perawatan.

Sementara proses  penggemukan ikan  ‎tidak terlalu sulit. Bahkan dipermudah dengan pemasaran hasil panen yang cendrung relatif mudah. Apalagi hampir semua masyarakat senang mengkonsumsi ikan.

Banyaknya masyarakat yang alih fungsi itu pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Lubuklinggau, Trisman. Ia mengatakan jika sawah-sawah dikota Lubuklinggau saat ini sudah banyak yang alih fungsi menjadi kolam-kolam.

“Alasannya karena lebih menjanjikan, karena kalau mau persawahan prosesnya sulit, kemudian hasilnya juga kadang tidak menguntungkan petani,” ungkapnya, Senin (23/10/2017).

Hanya saja, terkait berapa jumlah sawah-sawah yang sudah alih fungsi menjadi kolam-kolam, Trisman mengaku tidak tahu berapa jumlahnya. Alasannya Karena Dinas Pertanian dan Perikanan sudah terpisah. Sedangkan dirinya hanya fokus mengurusi masalah perikanan saja.

Namun, Trisman menyebutkan untuk jumlah  kolam  air deras yang ada di kota Lubuklinggau saat ini berjumlah 110 unit, dengan ‎masa panen tiga kali dalam setahun. Sekali panen bisa menghasilkan 6-10 ton, sedangkan kolam air tenang luasnya saat ini mencapai ‎1000 hektare.

“Hasil produksi ikan sangat melimpah, dalam satu bulan bisa mencapai 600 ton yang dikirim ke Pekan Baru,Bandar ‎Lampung, Palembang, sedangkan untuk lokal selain kota Lubuklinggau, kita ngirim  ke Lahat dan Pagar Alam,” kata Trisman. (dhiae)

News Feed