oleh

Saat Kangen Saudara di Kampung Pakai Video Call

PRABUMULIH, MS – Larangan umat Islam atau pemudik merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman sudah final. Pemudik dilarang pulang kampung pada periode 6-31 Mei 2021. Ini pelarangan kedua kalinya menimpa pemudik setelah tahun lalu terjadi hal yang sama. Impian menyambut Hari Kemenangan bersama keluarga tercinta harus sirna.

Mudik, sebuah budaya silaturahmi tahunan yang dilakukan secara massal. Ritual ini begitu menyenangkan bagi umat Islam khususnya para perantau yang puluhan tahun merindukan kampung halaman. Momen pertemuan keluarga yang lama tak bersua, terjadi sangat mengharu-kan, tak bisa ditukar dengan apa pun.

Oleh karena itu, besarnya biaya, lamanya perjalanan dan betapa sulitnya aktivitas mudik, tetap mereka tempuh dengan sabar.

Bagi sebagian muslim, mudik bahkan merupakan keharusan karena mereka tidak bisa pulang kampung setiap saat sebagaimana orang lain. Hal itu harus ditahan kerinduan akan kampung halaman oleh para pemudik.

Namun, tidak banyak cara para pemudik dan petugas yang melakukan penyekatan arus mudik untuk melepas kerinduan dengan sanak saudara di kampung di era zaman teknologi canggih sekarang ini.

Seperti yang dialami petugas penyekatan air mancur, Kota Prabumulih. Kondisi tidak nampak seramai beberapa hari sebelumnya. Kondisi lalu lintas pun nampak lengang.

Beberapa petugas polisi tetap berada berjaga di pos penyekatan. Namun, di Idul Fitri atau Lebaran 2021, di tengah penugasan beberapa polisi yang berjaga menyempatkan diri bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman secara virtual.

Salah satunya dilakukan oleh Bripka Ari Maharnata. Pria asal Palembang, Sumatera Selatan itu menceritakan silaturahmi dan memohon maaf melalui video call dengan keluarganya di kampung.

Melalui sambungan video call, Ari melepas kangen dengan ibu dan saudara di kampung. Berbincang hangat menggunakan bahasa Sekayu, Ari menyampaikan permohonan maaf lahir batin kepada anggota keluarganya tersebut.

“Waktu hari lebaran saya menelpon melalui video call ke ibu dan saudara-saudara saya,” kata Ari, Selasa (25/5/2021).

Silaturahmi virtual tersebut memang berlangsung sebentar. Dia meminta maaf baru bisa bersilahturahmi secara virtual. Meski begitu, momen silahturahmi virtual singkat itu tetap berlangsung hangat.

Pria anggota Polres Prabumulih ini mengaku telah puluhan tahun mengabdi di institusi Polri. Pria empat anak tersebut mengaku akan menjalankan kewajibannya sebaik mungkin. Sama seperti masyarakat lainnya, Ari berharap pandemi virus Corona bisa hilang sehingga masyarakat bisa pergi bersilahturahmi secara langsung dengan sanak saudara secara normal kembali.
“Mudah-mudahan kita dikasih sehat, kami melakukan tugas ini dengan tulus dan kewajiban sebagai abdi Negara.Dan kita bisa bebas mudik kalau nggak ada Covid,” ujar Ari.

Dua tahun terakhir Ari bersama rekan-rekan lainnya bertugas melakukan penyekatan warga yang hendak melakukan mudik. Sebagai manusia, dia memahami kerinduan dari warga untuk bisa mudik meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.

“Sebetulnya ada rasa kasihan, cuman kan ini karena peraturan pemerintah jadi kita harus laksanakan. Kalau dalam hati ya bagaimana. Cuman memang udah aturan dari pemerintah kita sebagai petugas ya harus laksanakan tugas itu,” ungkapnya.

“Ini kita sadari karena ini peraturan pemerintah, kita sebagai pelaksana tugas bukan kemauan pribadi. Tapi untuk kepentingan masyarakat semua bukan kepentingan pribadi,” sambungnya. (novas riady)

News Feed