You are here
Signal Berdiri, Bujang Tua Pegang Kemaluan Gadis Belia HEADLINE KRIMINAL 

Signal Berdiri, Bujang Tua Pegang Kemaluan Gadis Belia

LUBUKLINGGAU, MS – Saripudin (34) warga Kelurahan Simpang Priuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan I memiliki kelakuan aneh. Pasalnya bujang tua yang berprofesi sebagai pedagang es doger ini kerap tak bisa menahan nafsu bila melihat wanita cantik, dan langsung saja tanpa malu memegang kemaluan korban.

Sebut saja Bunga (16) warga yang sama, Sabtu 23 Desember sekitar pukul 14.00 WIB tengah asyik ngobrol bersama teman-temannya sembari menunggu penjual es tebu. Lantaran penjual es tebu tak juga melintas Bunga dan teman-temanya beranjak pergi. Namun saat bunga membalikan badannya tiba-tiba dari arah belakang Sarifudin tanpa malu memegang kemaluan korban. Untungnya saat itu Bunga mengenakan celana jeans.

“Mamang ni kurang ajar nian, ini namonyo pelecehan mang,” ujar bunga sembari pulang untuk menceritakan kejadian yang dialaminya.

Mendapat laporan anaknya dilecehkan Minggu (24/12) orang tua korban mendatangi Polres Lubuklinggau untuk melaporkan hal ini. Aparat yang menerima laporan langsung bergerak dan hari itu juga berhasil mengamankan tersangka tak jauh dari TKP.

Dihadapan wartawan Sarifudin mengaku kalau saat kejadian tersebut signalnya lagi berdiri. “Ceweknya cantik mbak, punya saya jadi berdiri liat dia,langsung saja saya pegang, nikmat rasanya,” jelasnya.

Tak hanya itu bujang tua yang mau menikah ini mengaku tak pernah nonton film aneh-aneh karena tak memiliki hand phone untuk membuka aplikasi tersebut. “HP saja gak punya mau nonton BF pake apa,” tambahnya.

Sementara Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin menjelaskan kalau pelaku melakukan pelecehan seksual tidak hanya terhadap bunga. Namun kelakuan bejat tersebut sudah juga dilakukannya terhadap Anggrek (8) satu hari sebelum melakukan pelecehan terhadap bunga.

“Tersangka kita jerat dengan UU perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 5 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (dhiae)

Related posts

Leave a Comment