You are here
Jadi Pengedar Narkoba, Pecatan TNI Dicokok Polisi HEADLINE KRIMINAL 

Jadi Pengedar Narkoba, Pecatan TNI Dicokok Polisi

MUARAENIM, MS – Supangat warga Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim diringkus anggota Satresnarkoba Polres Muaraenim, Rabu (7/6/2017) pukul 20.00 WIB. Pasalnya, pelaku yang merupakan pecatan anggota TNI ini merupakan pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Dari rumah Supangat disita sabu-sabu 0,93 gram, 2 paket kecil sabu seberat 0,16 gram dan 9 plastik klip bening di dalam dompet, dan uang tunai Rp700 ribu hasil penjualan sabu, 3 unit timbangan digital, 1 unit HP Nokia hitam, 1 unit HP Samsung putih, 1 pucuk Senpira, 7 Butir amunisi jenis SS1, 1 kotak warna putih berisi 37 butir amunisi kaliber 9 mm.

Tertangkapnya pelaku Supangat ini dari ‘nyanyian’ pelaku M Ali (43) warga Kelurahan Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim yang lebih dahulu ditangkap petugas dirumahnya Rabu (7/6/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari tangan pelaku M Ali petugas juga berhasil mengamankan 2 paket sabu-sabu seberat 0,35 gram di dalam kaleng bekas permen pagoda hitam, uang tunai Rp250 ribu hasil penjualan sabu, dan 1 unit HP Samsung putih.

Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasat Narkoba AKP Alhadi mengatakan, penangkapan tersangka M Ali berdasar informasi bahwa di rumahnya sering terjadi transaksi sabu-sabu.

“Tersangka M Ali mengaku membeli sabu tersebut dari tersangka Supangat merupakan target operasi (TO) Satresnarkoba Polres Muaraenim sejak Januari 2017. Keduanya saat ini diamankan di Mapolres Muaraenim,” ujar Alhadi.

Tersangka M Ali mengakui bahwa dia baru tiga bulan terakhir terlibat dalam peredaran narkotika. “Aku beli sabu untuk dijual lagi,” ungkap Ali.

Sementara itu, tersangka Supangat mengakui kepemilikan narkotika dan senpira berikut amunisinya. “Aku dulu pernah tugas di Rindam II Sriwijaya,” ujar Supangat.

Untuk diketahui, Supangat dipecat dari anggota TNI pada 2016 silam setelah dinyatakan bersalah di Pengadilan Militer Palembang pada tahun 2016 lalu. Tersangka yang dipecat berpangkat terakhir Serda ini divonis bersalah dengan pidana penjara selama satu tahun. (dev)

Related posts

Leave a Comment