oleh

Penanganan Kampung Kumuh, Rina Geberak Kampung Warna Warni

LUBUKLINGGAU, MS – Istri Walikota Lubuklinggu yang juga Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana mengeberak program kampung warna-warni untuk pemukiman dikawasan Daerah Aliran Sungai (DAS),yakni di Kelurahan Lubuklinggau Ulu,Kecamatan Lubuklinggau Bart II dan Ulak Surung,Kecamatan Lubuklinggu Utara II.

Untuk tahap pertama, Hj Yetti Oktarina Prana yang akrab dipanggil Rina  akan menyulap terlebih dahulu perkampungan di‎dua Kelurahan di Lubuklinggau yaitu di RT 5 dan RT 6 Lubuklinggau Ulu dan RT 3 dan RT 4 Uluk Surung. Hal ini merupakan konsep penanganan pemukiman kumuh.

Persiapan demi persiapan terus dilakukan, bahkan beberapa hari lalu Rina bersama tim telah blusukan ke perkampungan yang akan disulap menjadi kawasan wisata kampung warna-warni tersebut.

“Target kita proses pengecatan kampung warna warni sudah selesai di bulan Maret nanti,‎sekarang untuk tahap awal di Linggau Ulu dua RT yakni 5 dan 6, dan Ulak Surung dua RT juga yaitu  3 dan 4,” kata Rina usai rapat, kemarin (22/1).

Diterangkan Rina, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat dengan tujuan agar masyarakat di Lubuklinggau Ulu dan Ulak surung tidak kaget ketika program ini akan dilaksanakan serta memahami manfaatnya. Ditambah lagi, program ini perlu kerjasama masyarakat.

“Kita akan terus  melakukan beberapa kali lagi sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pelaksanaan program kampung warna warni ini,” tambahnya.

Sedangkan, Kepala Dinas PU dan Tata Kota, Nobel Nawawi menjelaskan bahwa program kampung warna warni merupakan konsep untuk penanganan pemukiman kumuh di Kota Lubuklinggau dengan meniru yang ada di Malang.

“Jadi inti dari program ini bukan hanya membaut rumah menjdi warna warni namun mengajak masyarakat untuk memperbaiki lingkungannya, pengecetan rumah, sistem sanitasi dan kebersihan lingkunganya,” kata Nobel.

Dijelaskan dia, pihaknya telah melakukan pendataan, untuk sementara terdapat 170 rumah yang  yang akan di cat, rincianya 90 rumah di Kelurahan Lubuklinggau Ulu dan 80 rumah di Kelurahan Ulak Surung,  tapi itu akan dimatangkan lagi.

“Dibulan Februari akan rapat detail dan perincian biaya. Biaya ini tidak hanya pemerintah,namun ada swadaya masyrakat berapa , dana mungkin ada dari CSR, jadi tidak hanya pemerintah, swadaya masyarakat tidak mesti materi tapi bisa yang lain mungkin ada tukang, dan ikut gotong royong dan lain sebagainya,” pungkasnya.‎ (dhiae)

News Feed