oleh

Ternyata Oknum Polisi Berpangkat Brigadir yang Tembaki Satu Keluarga

LUBUKLINGGAU, MS – Razia Cipta Kondisi yang dilakukan jajaran Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Timur yang berujung dengan penembakan yang menyebabkan korban Surini (50) tewas dilakukan satu orang anggota dari Sabhara berpangkat Brigadir. Hal ini disampaikan Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara saat menggelar press realease, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 22.30 Wib.

“Hanya satu orang anggota yang melakukan penembakan berpangkat Brigadir. Saat ini oknum polisi tersebut sedang kita periksa,” jelasnya.

Dalam keterangannya Wakapolres menjelaskan kalau mobil Honda City dengan nopol BG 1488 ON melaju saat dihentikan petugas. Sehingga petugas mencurigai kendaraan tersebut. Saat dilakukan pengejaran oleh aparat menggunakan mobil Mitsubishi Kuda, mobil Honda City yang dikendarai Diki (29) tetap melaju kencang sehingga aparat memberikan tembakan peringatan.

“Sempat terjadi kejar-kejaran sampai jarak 3 km, namun mobil tetap tidak mau berhenti. Saat diberi tembakan peringatan mobil tetap melaju kencang, makanya aparat tambah curiga,” tambahnya.

Tak hanya itu Waka juga menjelaskan kalau dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) plat mobil yang digunakan tidak terdata di Samsat alias bodong. “Sudah kita lakukan olah TKP plat yang digunakan palsu sementara plat asli dan surat-surat kendaraan ada didalam mobil,” tambahnya.

Untuk saat ini jenazah korban meninggal sudah diantar kerumah duka di Kecamatan Blitar Kabupaten Rejang Lebong, sementara korban kritis sudah dirujuk ke Palembang. Sedangkan empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Sobirin.

“Untuk sopir sudah kita lakukan tes urine dan sejauh ini hasilnya masih meragukan,” tegasnya.

Sekedar mengingatkan satu keluarga yang mengendendari mobil Honda City warna hitam nopol BG 1488 ON diberondong polisi di jalan HM Soeharto,Kelurahan Simpang Periuk,Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.

Peristiwa yang menyebabkan satu korban tewas dan lima korban kritis.Keenam korban yakni, korban tewas,Surini (50), tertembak bagian paha kiri satu lobang, luka tembak diperut sebelah kiri, dan 3 luka tembak dibagian bawah payudara sebelah kanan.

Kemudian, Indra (35) tertembak dibagian tangan kiri tembus, Gatot Sundari (29) luka tembak bagian pungung. Novianti (3,1), luka tembak lengan sebelah kanan, Genta Wicaksono (3) anak-anak luka dikepala diatas telinga sebelah kiri dan Dewi Arlina (3,9), luka tembak bagian lengan sebelah kiri tembus.

Sementara, Galih,6 tahun yang diperkirakan duduk kursi sebelah sopir tidak mengalami luka tembak, namun mengalami trauma. (dhiae)

News Feed