You are here
5 Remaja Perempuan Diduga Jadi Anak Punk HEADLINE 

5 Remaja Perempuan Diduga Jadi Anak Punk

LUBUKLINGGAU, MS – Pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Lubuklinggau mengaku, sebulan yang lalu mendapatkan laporan dari orang tua yang merupakan warga di Kelurahan Talang Rejo (Sidorejo), karena putrinya tidak pulang-pulang ke rumah dan diduga ikut bergabung dengan komunitas anak punk.

“Sebelumnya sudah ada juga, jadi ini cewek yang kelima ikut komunitas anak punk yang sering berkeliaran di Lubuklinggau,” ungkap Ketua KPAID Kota Lubuklinggau, Hamim Abdulah, kemarin.

Status kelima cewek yang diduga bergabung dengan anak punk tersebut, diakui Hamim berstatus pelajar. Namun, lantaran ikut bergabung, kini mereka dipastikan telah putus sekolah.

“Untuk sementara, berdasarkan penelusuran yang dilakukan via komunikasi di dunia maya lewat chat, salah satu dari mereka diduga sudah berada di Bandung. Termasuk yang hilang terakhir ini, minggu lalu sudah dibawa ke Bandung juga,” jelasnya.

KPAID menduga, mereka yang ikut bergabung didalam komunitas anak punk lantaran memiliki persoalan. Sehingga, kuat dugaan mereka tidak tenang atau nyaman di rumah.

“Jadi biasanya dengan kondisi tersebut, mereka bertemu dengan teman-temannya yakni anak punk tadi. Selanjutnya, bergabung untuk mendapatkan kebebasan dalam berkreatifitas. Kita himbau orang tua, agar melihat pergaulan anak, jadi harus tahu anak-anak kita bergaul dengan siapa. Harus lebih diawasi, tapi bukannya melarang untuk mencari teman,” kata dia.

Persoalan lainnya, KPAID berharap kepada pihak terkait, untuk segera ditangani terkait banyaknya anak jalanan (anjal) yang berkeliaran di Lubuklinggau. Sebab, sudah hampir 40 anak di jalanan yang biasa mangkal di persimpangan. Pihaknya mengkhawatirkan nasib anjal tersebut, sebab jika tidak segera dicari solusi untuk penanganan bagi mereka, keberadaan mereka dikhawatirkan malah akan disetting oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Malah takutnya, bisa dibeking oknum, lalu jadi pengamen atau pengemis, jika tidak cepat diarahkan. Kita minta peningkatan kinerja antara Pol PP, Dinsos, KPAID dan Polisi,” tegasnya.

Hamim menambahkan, kuat dugaan anjal dieksploitasi oleh orang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan mereka dijalanan. Termasuk, anjal yang menggunakan pakaian badut yang biasa ngamen.

“Ini jelas. Diduga ada yang mengkoordinir oleh bosnya yang memberikan baju badut. Setelah keliling, dia akan kembali ke lampu merah. Jangan selesai di penangkapan saja, tapi kita juga harus cari penyebab hal itu,” ungkapnya. (sen)