You are here
Adanya Kecurangan Pilkada, Tim Advokasi Dodi-Giri Laporkan ke Bawaslu HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Adanya Kecurangan Pilkada, Tim Advokasi Dodi-Giri Laporkan ke Bawaslu

PALEMBANG, MS – Tim advokasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Dodi Reza Alex dan HM Giri Ramanda N Kiemas di wakili Yohannes P Simanjuntak SH MH , Selasa (26/6/2018) resmi mengadukan semua bentuk kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan Gubernur Sumsel tahun 2018 ke Bawaslu Sumsel.

Laporan tersebut diterima langsung staf Bawaslu Sumsel Ade Julian.
Menurut Yohannes P Simanjuntak mengatakan, laporan tersebut berdasarkan atas temuan-temuan pelanggaran dan kecurangan dilakukan oleh kandidat lain yang terjadi di sebaran di Sumsel.

“Misalnya di Muaraenim itu ada pengerahan dari beberapa kades yang diarahkan untuk memenangkan HD, itu bertentangan dengan peraturan yang berlaku, kemudian ada pembagian sembako atau pembagian sarung waktu masa bulan Ramadhan dan pembagian THR kepada masyarakat langsung oleh kandidat Herman Deru dan Mawardi, baik terjadi di daerah tertentu di Ogan Ilir, Palembang ,” katanya, Selasa (26/6).

Selain itu pembagian sarung juga di Palembang khususnya di kecamatan Sako.

“Pembagian uang juga terjadi oleh pasangan HD-MY ini di Sukarami , bahkan hari ini bahkan juga di kertapati juga, jadi pembagian sembako juga oleh pasangan HD-MY dan pembagian kartu BLT Rp600 ribu tahun oleh pasangan Ishak Mekki di Muaraenim, Pali, Palembang, OKI, Lahat, Pagaralam, Prabumulih, dan semua sebarannya merata, “ katanya.

Selain itu juga ada 42 ribu pemilih yang tidak tidak dapat memilih di OKI dan artinya penyelenggara juga dilaporkan.
“Fokus kita , kita tetap melakukan follow up bagaimana kecurangan-kecurangan yang dilakukan Herman Deru, maupun Ishak Mekki, artinya laporan resmi sudah masuk dan tinggal kita melanjutkan tahap pemeriksaan berkas dan pemeriksaan materi pengaduan,” katanya.

Dan saksi-saksi kecurangan ini menurutnya juga akan melaporkan secara langsung ke Bawaslu Sumsel dengan mengisi formulir penerimaan laporan dulu, diklasifikasi jenis pidana pemilu atau pelanggaran pemilu.

“Kita ingin Pilkada gubernur ini tidak ada bagi duit, jangan pamer uang , karena pasangan Dodi-Giri sampai sekarang tidak membagikan uang atau istilahnya siraman siraman, itu tidak dilakukan,” katanya.

Sebelumnya paslon Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel nomor urut 1, Herman Deru-Mawadi Yahya (HDMY) dalam acara Kandidat Bicara yang disiarkan Metro TV, Kamis malam (31/5) memastikan lawan terberat HDMY adalah kecurangan. ‘’Lawan terberat kami adalah kecurangan,’’ katanya HD sembari tidak pasangannya sepakat tidak akan melakukan kecurangan dalam Pilgub Sumsel.
DPD Partai Demokrat Sumsel bergerak cepat mengantisipasi kecurangan yang dapat terjadi selama perhelatan pemilihan gubernur (Pilgub) Sumsel dengan membentuk tim antisipasi kecurangan.

Ketua Tim Advokasi yang juga Ketua OKK DPD Partai Demokrat Sumsel Firdaus Hasbullah mengatakan, tim ini berfungsi untuk mengawasi kemungkinan kecurangan di semua tingkatan, mulai dari TPS hingga tingkat provinsi.

“Semua jaringan yang kita punya kita gunakan untuk mengawasi kecurangan yang terjadi mulai dari tingkat desa, kabupaten/kota hingga provinsi,” terang Firdaus beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan, semua macam kecurangan yang dapat merugikan pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki-Yudha Mahyuddin, akan diawasi.
Terutama bagi Aparatur Sipil Negara (PNS) yang tidak netral pada Pilgub mendatang.

“Semua kemungkinan kecurangan kita antitipasi, terutama kita akan awasi perilaku ASN yang menyimpang, yang ikut campur (mendukung,red) dalam Pilkada,” katanya. (Red/ril)

Related posts

Leave a Comment