oleh

Ikan Nila dan Ayam Ras Hambat Laju Inflasi di Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, MS – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lubuklinggau, kembali mencatat terjadinya inflasi terhadap beberapa komoditi pada September 2016.

Kepala BPS Kota Lubuklinggau, Aldianda Maisal dalam rilisnya menyampaikan, inflasi secara kumulatif ditahun 2016 hingga September ini, mencapai 1,83 persen. Dimana, sejak September 2015 tercatat 2,93 persen. Juga, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,95 persen dan komponen bergejolak mengalami inflasi 2,88 persen.

“Tidak hanya itu, komponen yang menyumbang inflasi, misalnya kelompok makanan 2,19 persen, lalu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,64 persen dan kelompok perumahan, air, istrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen,” ungkapnya, Selasa (4/10).

Sedangkan, kelompok sandang 0,10 persen, kemudian kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen, lalu kelompok tranportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,21 persen. Terakhir, kelompok pengeluaran kesehatan mengalami penurunan indeks harga 0,02 persen.

“Komoditas yang mengalami kenaikan yakni, tomat, cabai merah, rokok, ikan dencis, jeruk, tempe, minyak goreng, dan susu balita,” kata dia.

Kenaikan tomat dan cabai ini, diakuinya dipicu momen Idul Adha dengan meningkatnya konsumsi dan juga dipicu penurunan produksi atau faktor cuaca.

“Yang mengalami penurunan harga tertinggi atau penghambat inflasi yakni dipicu wortel turun 20 persen, bayam, kol putih kubis, ayam ras, ketimun dan ikan nila, karena disinyalir akibat kenaikan pasokan di pasar,” ungkapnya. (sen)

News Feed