oleh

Khidmat, Pembacaan Puisi Perjuangan di Gedung Kesenian Palembang

PALEMBANG -:Hari kedua rangkaian peringatan Pertempuran 5 Hari 5 Malam di kota Palembang yang di pusatkan di Gedung Kesenian Palembang , Selasa (2/1) di warnai dengan Pembacaan puisi perjuangan .

Pembacaan puisi berlangsung sendiri berlangsung secara khidmat.

Menurut Ketua panitia peringatan Pertempuran 5 Hari 5 Malam di kota Palembang , Vebri Al Lintani kegiatan ini sangat sederhana tetapi maknanya cukup baik karena pihaknya ingin mengenalkan peristiwa-peristiwa penting bagi sejarah perjuangan Republik Indonesia .

“ Dengan puisi-puisi kita bisa melihat jasa-jasa para pahlawan, kita bisa mengambil hikmah karena puisi adalah karya perenungan , bukan Cuma karya pikir tapi juga karya rasa karena dia memaknai peristiwa itu dihadirkan saat ini untuk kepentingan diri sendiri dan ke dunia luar serta yang akan datang,” katanya.

Meskipun puisi kecil dan tidak seperti novel tapi satu puisi maknanya lebih besar dari novel.

“ Karena itu meskipun sederhana dan kecil pada hari ini kita peringati , mudah-mudahan hikmahnya lebih besar ,” katanya.

Dan rangkaian peringatan pertempuran 5 hari 5 malam , Rabu (3/1) tetap berlanjut dengan agenda disikusi buku Fir Azwar berjudul

“Sejarah Palembang dalam Pantun”, lomba lagu kebangsaan dan ziarah dan tanggal 4 Januari ada lomba puisi.

“ Besok empat malam itu ada zikir para pejuang , tanggal 5 Januari itu ada pengumuman siapa –siapa yang menjadi favorit, lalu tanggal 5 Januari malam ada renungan suci (malam seribu lilin) , nah itu rangkaian kegiatan kita selama lima hari ini,” katanya.

Sedangkan Kepala Sekolah SDN 189 Palembang Rita Purnama Sari mengatakan, dirinya membaca puisi ini masih dalam fase belajar.

“ Saya hanya hapal 1 puisi berjudul Aku, karya Chairul Anwar , mudah-mudahan bukan tidak mengecewakan, kita belajar ya pak , saya tidak berani bilang , saya coba aja,” katanya.

Diantara yang membacakan puisi ZA.Narasinga, Tarmizi Maero, Latifah Ratnawati, Rita Sumarni, Anto Narasoma, Heri Mastari, Fir Azwar, Vebri Al Lintani, Diah K Pertiwi (Ketua Forwida) , Ki Agus Muhamad Ridwan (Ketua KKPP), Kiki Kirana, Nyimas Arlaeni (Guru SMK 3), Rita Purnama Sari (Kepala Sekolah SDN 189 Palembang), Linda (Guru SMA 2), Ustazah Iin, Iin Ana komari, Raden Husein, Kms Ari Panji, dr Zulkhair Ali, Iskandar Sabani.

News Feed