oleh

Minim Anggaran, Pembangunan Tidak Akan Terganggu

LUBUKLINGGAU, MS – Minimnya anggaran, akibat pemotongan dana bagi hasil (DBH) yang kembali terjadi, membuat Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, meninjau langsung sejumlah kelurahan, guna memastikan penggunaan anggaran kedepan sesuai dengan skala prioritas yang diterapkan, sehingga diharapkan upaya efisiensi tidak menjadikan pembangunan terganggu, Rabu (9/11).

Walikota yang mulai menggelar peninjauan dari pukul 10.00 WIB ini, memasuki sejumlah lorong-lorong kecil di 9 kelurahan di Kota Lubuklinggau dengan menggunakan sepeda motor, untuk melihat langsung sejumlah wilayah, khususnya yang dianggap masih dalam kondisi kumuh.

Sembilan kelurahan yang ditinjau, yakni Kelurahan Megang, Kelurahan Petanang, Kelurahan Belalau, Kelurahan Taba Baru, Kelurahan Marga Bakti, Kelurahan Marga Rejo, Kelurahan Linggau Ulu, Kelurahan Jawa Kanan SS dan terakhir Kelurahan Ulak Lebar.

“Tinjauan ini, untuk menyikapi keterbatasan anggaran yang ada. Sehingga, kita perlu melihat langsung ke lokasi. Untuk tahu mana yang bisa diprioritaskan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, misal untuk Kelurahan Marga Bakti, telah dialokasikan sebesar Rp. 2 Miliar untuk membangun jalan. Namun, dengan tinjauan ke lokasi tadinya, kedepan mungkin pembangunan jalan hanya membutuhkan dana Rp 1,5 Miliar saja.

“Dengan begini, jadi kita bisa tahu apalagi yang dibutuhkan, misalkan di Kelurahan Marga Bakti itu, sisa Rp. 500 jutanya kan, malah bisa diarahkan untuk pembangunan yang lain, seperti IPAL yang mereka bangun, sehingga suplay air ke irigasi bagi masyarakat berjalan lancar,” jelasnya.

Tak hanya itu, hal khusus lain yang harus disikapi menurut Walikota Lubuklinggau, seperti penuntasan masalah kawasan kumuh, seperti terkait infrastruktur, lingkungan dan jalan utama.

“Kemudian juga, dengan peninjauan-peninjauan seperti ini, kita tahu hal lain yang menjadi masalah dan keluhan di masyarakat, seperti drainase dan sampah yang tadi disampaikan warga. Sehingga, dengan peninjauan sudah banyak kita dapatkan solusi terkait anggaran dan hal lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lubuklinggau, Ir Nobel Nawawi mengaku, banyak hal yang didapat dalam upaya mencari solusi minimnya anggaran kedepan, setelah pihaknya bersama Walikota Lubuklinggau, turun langsung ke lokasi-lokasi yang memang akan dilakukan pembangunan.

“Peninjauan seperti ini penting. Ini dasar kita untuk menerapkan skala prioritas dalam pembangunan kedepan. Tadi, banyak hal yang menjadi catatan atau PR kita sebagai dasar dalam merealisasikan pembangunan nantinya,” ungkap Nobel. (sen)

News Feed