oleh

Muaraenim Terima Adipura ke-12

MUARAENIM, MS – Kabupaten Muaraenim kembali menerima piala Adipura sebagai kategori kota kecil tahun 2017, untuk yang ke dua belas kalinya. Sebelumnya Muaraenim telah sebelas kali berturut-turut mendapatkan penghargaan serupa sejak tahun 2009.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar, kepada Bupati Muaraenim, Muzakir sai sohar, pada acara malam anugerah lingkungan 2017 di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017).

Dari empat kategori penghargaan yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup, yakni Kalpataru, Adipura, Adiwiyata dan Nirwasita Tantra, Kabupaten Muaraenim mendapat penghargaan piala Adipura Buana.

Penghargaan tersebut diberikan karena Muaraenim berhasil menggabungkan unsur sosial dengan lingkungan untuk membentuk kota yang layak huni (liveable city), yang tercermin dari masyarakat kota yang peduli dengan lingkungan.”Alhamdulillah Muaraenim mendapat Adipura Buana. Piala Adipuran ke 12 kali ini menandakan konsistensi terus dilakukan,” kata Muzakir mengucapkan rasa syukurnya.

Menurut Muzakir, diraihnya penghargaan tersebut, berkat kerja sama dan dukungan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Muaraenim, sehingga predikat kota Adipura bisa dipertahankan kembali. “Ini adalah kerja keras semua orang, dari petugas sampah, RT, RW, Lurah, Camat, SKPD, BPLH, PD kebersihan, sampai semua warga Muaraenim,” tuturnya.

Muzakir berharap prestasi meraih Piala Adipura dua belas kali berturut-turut tidak membuat semua warga Muaraenim terlena, namun tetap mempertahankan kebersihan dan tata kelola lingkungan hidup yang baik. “Mudah-mudahan etos kerja dan pembiasaan bersih lingkungan ini menjadi budaya. Ada atau tidak ada Adipura, kita harus tunjukkan kebersihan adalah kebudayaan Kota Muaraenim dan tunjukkan bahwa setiap hari kita memperbaiki kekurangan-kekurangan. Mudah-mudahan tahun depan dapat lagi,” harap Muzakir.

Sebelumnya, pada siang hari dilangsungkan peringatan puncak Hari Lingkungan Hidup di Kompleks Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, yang dihadiri dan dipimpin langsung Presiden RI  Joko Widodo.

Pada kesempatan itu, Presiden juga membuka Rapat Kerja Nasional 2017, Pekan Nasional Perubahan Iklim dan Kemah Generasi Lingkungan untuk Konservasi yang juga dilaksanakan bersamaan dari tanggal 2 hingga 4 Agustus 2017.

Mengenai Rakernas Hari Lingkungan Hidup 2017, tema yang diusung ialah “Connecting People to Nature”. Tema yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya isu lingkungan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam perlindungan lingkungan. (humas)

News Feed