oleh

Pelaksanaan DAK Pendidikan Diduga Menyimpang

BENGKULU SELATAN, MS -Terkait pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan yang mencapai angka kurang lebih 23 miliar diduga adanya pengondisian dibidang pengerjaan maupun pengadaan barang dan jasa.

Hal ini disampaikan oleh ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarkat Peduli Birokrasi (GEMAWASBI) Aswal Huzali, SH, Senin (20/11/2020).

“Pelaksanaan DAK di Dikbud terindikasi menyimpang dan curang, karena dalam pelaksanaanya secara juklak dan juknis sistemya Swakelola,” pungkas Aswal.

Namun lanjut Aswal praktek dilapangan diduga semuanya sudah diarahkan atau dikondisikan seperti pengadaan rangka baja hampir disetiap sekolah, yang menerima bantuan DAK diduga suplayernya satu orang. “Tidak jauh beda dengan rangka baja, pengadaan mobiler pun sudah dikondisikan belum lagi ditambah dengan pengerjaan fisik bangunan yang diduga kuat pengerjaanya asal jadi seperti pemasangan keramik yang asal-asalan, pembuatan kusen pada pintu dan jendela diduga menggunakan kayu bekas bongkaran dan semua ini diduga berpotensi merugikan keuangan negara,” terang Aswal.

Kejadiaan ini sangat miris, tambah Aswal dikarena pihak sekolah selaku pengguna anggaran tidak bisa lagi untuk mencari suplayer yang seharusnya mereka bisa memperbandingkan kualitas bahan yang akan mereka gunakan.

Atas semua dugaan tersebut ketua LSM GEMAWASBI sudah melayangkan surat klarifikasi kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan.

Sementara hingga berita ini diterbitkan Kepala Dinas Pendidikan belum dapat dihubungi. (Tim)

News Feed