oleh

Aiwa: Jangan Percaya Hoax, Jangan Takut di Vaksin

LAHAT, MS – Vaksinasi yang di programkan oleh Pemerintah diharapkan dapat menjadi salah satu upaya yang bisa menekan pengendalian penyebaran virus corona.

Kepala Bidang P2P (pengendalian dan pemberantasan penyakit) Dinas Kesehatan kabupaten Lahat, Aiwa Marlina SKM MM menyapaikan, ada banyak hal yang harus diketahui sebelum vaksinasi dilakukan, termasuk penyakit penyerta dan kondisi tubuh penerima vaksin.

“Teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19, ada beberapa kondisi yang membuat vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan kepada seseorang,” kata Aiwa saat ditemui diruang kerjanya.

Petugas akan memeriksa dan mengajukan semua pertayaan dari jawaban itulah nantinya apakah vaksinasi akan dilakukan atau tidak.

Pertama, apabila pada pemeriksaan berdasarkan pengukuran tekanan darah dalam keadaan tinggi 240/90.

Dan dilanjutkan dengan pertanyaannya apakah anda dalam salah satu kondisi berikut,
Apakah anda pernah terkonfirmasi covid 19.
Apakah anda sedang hamil atau menyusui
Apakah anda mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, dan sesak nafas.
Apakah ada anggota keluarga yang kontak erat /suspect/ terkonversi sedang perawatan karena covid 19.
Apakah anda memiliki riwayat alergi atau mengalami gejala sesak nafas bengkak dan kemerahan setelah
Apakah anda sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.
Apakah anda penderita penyakit jantung ( gagal jantung atau koroner.
Apakah anda menderita penyakit autoimun sistemik ( SLE/Lupus,Sjogren Vaskulitis )
Apakah anda penderita penyakit ginjal.
Apakah anda penderita penyakit rematik autoimun atau Rhematoid Arthitis.
Apakah anda menderita penyakit saluran pencernaan kronis.
Apakah anda menderita penyakit hipertiroid atau hipertiroid karena autoimun.
Apakah anda menderita kanker kelainan darah imunokompromais /defisiensi imun dan penerima produk darah / transfusi.
Apakah apakah anda penderita HIV.

“Apabila dari pertanyaan yang di ajukan oleh petugas jawabannya ” Iya/Ada” maka vaksin tidak dapat dilkukan,” jelasnya.

Lebih lanjutnya Aiwa menambahkan, selain itu ada dua penderita lagi yang vaksinasinya ditundah yaitu sedang demam dengan suhu di atas 37,5 derajat Celcius dan Kedua, apabila memiliki salah satu penyakit paru seperti asma, PPOK, dan TBC.

“Untuk kedua kasus ini pemberian Vaksin dapat dilakukan 14 hari kemudian apabila sudah sembuh,” jelasnya lagi

Jangan percaya Hoax, kata Aiwa, dan jangan takut untuk di vaksin karena Sinovac sudah melalui uji klinis dan tidak ada yang meninggal yang disebabkan oleh vaksin ini.

“Walaupun kita sudah di Vaksin, tetaplah melakukan gaya hidup yang sehat dan tetap lakukan kebiasaan 3M, Mencuci tangan sesering mungkin, Menjaga jarak dan Memakai masker,” pesannya. (Nur)

News Feed