oleh

Kontruksi dan Pemerintahan Penyumbang Pajak Terbesar

LUBUKLINGGAU, MS – Kepala Kantor Pajak Pratama Kota Lubuklinggau, Risquna Rasyid menyebutkan, bidang kontruksi dan administrasi pemerintah menjadi dua icon terbesar dalam penerimaan pajak diwilayah Bumi Sebiduk Semare. Sementara itu, hingga Jumat (17/3) lalu penerimaan dari tag amnesti pajak mencapai Rp 13,6 miliar.

Data-data aktual diatas disampaikan oleh Risquna ‎pada acara penandatanganan Momeramdum Of Understanding (MOU) dan pekan panutan penyampaian SPT tahunan serta PPh orang pribadi secara E Filling di Balai Kota Pemkot Lubuklinggau, Senin (20/3/2017).

“Perlu kami sampaikan bahwa ada peningkatan pertumbuhan penerimaan pajak tahun 2015 ke tahun 2016 sekitar 10,31 persen. Dan itu patut kita syukuri bersama‎,” ungkapnya.

Kemudian, dibanding hingga Maret 2016 dengan Maret 2017 juga terjadi peningkatan pertumbuhan penerimaan pajak sekitar 12,30 persen. Diharapkan tren peningkatan tersebut terus bertambah lagi pada tahun-tahun berikutnya, karena pada akhirnya nanti dana tersebut akan kembali ke daerah melalui dana bagi hasil melalui mekanisme Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

“Namun peningkatan kepatuhan wajib pajak pun perlu menjadi perhatian kita semua. Kami terus melakukan sosialisasi tidak hanya dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi juga ke intitusi TNI dan Polri maupun masyarakat luas,” bebernya.

Kepala Kanwil DPJ Sumsel dan Babel, M Ismiransyah dalam sambutannya berharap, sinergitas antara Pemerintah Kota Lubuklinggau dan Kantor Pajak Pratama terus berjalan dengan baik, sehingga penerimaan dan kepatuhan wajib pajak lebih meningkat lagi.

“Kami ucapkan terimakasih support yang diberikan Bapak Walikota dan Wakil Walikota beserta jajarannya selama ini, kami harapkan sosialisasi wajib pajak terus dilakukan dalam jajaran Pemkot Lubuklinggau,” katanya.

Sementara itu, Walikota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe menyatakan, untuk melanjutkan kerjasama yang sudah dilakukan dengan Kantor Pajak Pratama, pihaknya akan segera meminta kepada dinas, kantor, badan hingga lurah untuk menyosialisasikan masalah E Filling kepada jajarannya masing-masing.

“Tadi kita sudah Kepala Dinas Pendidikan supaya menyosialisasikan masalah pajak kepada para guru, supaya ada peningkatan kepatuhan dan penerimaan pajak,” pungkasnya. (Dhiae)

News Feed