You are here
Pemuda dan Kontribusi Nyata Dalam Pilkada 2020 EDITORIAL HEADLINE 

Pemuda dan Kontribusi Nyata Dalam Pilkada 2020

Oleh : RIAN HIDAYAT,S.IP (KETUA SCAPIM MURATARA)

Pemilihan kepala daerah tahun 2020 akan menjadi salah satu catatan sejarah dalam perjalanan pemilihan umum di Indonesia. Pasalanya, Pilkada tahun 2020 terbilang dilematis. Hal tersebut dikarenakan pandemi virus corona yang menyerang Indonesia pada awal Maret 2020 .

Pandemi COVID-19 menyebabkan tertundanya beberapa tahapan pilkada dan pada akhirnya pemunduran hari pencoblosan. Pemerintah bersama kementerian Dalam Negeri, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan BAWASLU akhirnya sepakat mengundur tanggal pencoblosan pada 9 Desember 2020.

Banyak para pakar politik maupun akademisi berpendapat Ada sebuah kekhawatiran luas terkait penyelenggaraan Pilkada 2020 yang bisa dikatakan “memaksa” dengan kondisi yang belum memungkinkan untuk menyelenggarakan event sebesar pilkada.
Peran Nyata Pemuda

Disini peran pemuda akan menjadi catatan penting dalam keterlibatan penyelenggaraan Pilkada, momentum Pilkada tahun 2020 menjadi ajang nyata untuk pemuda dalam menampilkan peranan mereka secara langsung. Moment ini bisa dimanfaatkan pemuda untuk bisa terlibat nyata dalam membangkitkan gairah Pilkada di tengah pandemi corona, jangan sampai Pilkada tahun 2020 menjadi ajang untuk mencari keuntungan semata atau pun apatis seperti penyelenggaraan pemilu sebelumnya.

Melihat hal tersebut, penyelenggaraan Pilkada 2020 menjadi keharusan pemuda dalam berperan aktif untuk mempertahankan kemurnian demokrasi. Di sini pemuda bisa terlibat langsung dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 maupun tidak langsung dalam penyelenggara.

Peran aktif tersebut dapat direalisasikan dengan ikut menjadi penyelenggara ataupun pengawas. Pemuda bisa mengenal dunia kepemiluan dan dunia politik dengan berpartisipasi menjadi penyelenggara tingkat kecamatan (PPK), kelurahan (PPS) maupun KPPS. Dalam bagian pengawasan, pemuda bisa berkontribusi dengan menjadi pengawasan kecamatan (Panwascam) ataupun tingkat kelurahan (PPL), Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan juga ikut melakukan pilkada serentak pada tahun 2020, dilihat dari data yang ada petugas penyelenggara baik dari tingkat kabupaten maupun tingkat kelurahan desa di isi oleh pemuda. Pemuda punya kans besar dalam berkontribusi untuk kesuksesan pilkada di kabupaten musi rawas utara tahun 2020.

Pemuda juga bisa terlibat secara tidak langsung ke dalam kegiatan penyelengara conthnya adalah kerelawanan yang melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Tidak hanya dalam penyelenggara yang diselenggarakan oleh KPU maupun Bawaslu, tetapi pemuda bisa terjun langsung ke banyak lembaga non-pemerintahan yang fokus terhadap pemilu. Singkatnya, pemuda bisa menjadi saksi, relawan pasangan calon, ataupun pemantau pemilu yang bersifat independen.

Pemuda harus berperan aktif dalam Pilkada untuk mewujudkan Pilkada yang sehat. Pemuda masih memiliki jiwa idealis dan bisa mengawal keberlangsungan penyelenggaraan Pilkada. Keberanian dan keterbukaan sikap pemuda yang kritis bisa menjadi formula yang efektif di daerah untuk menangkal politik uang (money politics) maupun politik yang menyimpang.

Selain itu dengan idealisnya Pemuda bisa menggiring opini masyarakat luas, khususnya di daerah untuk menghapus opini yang mengatakan bahwa “politik itu kotor!” dan agar pilkada bersih dari politik uang, Pemuda bisa membuktikan bahwa penyelenggaraan Pilkada bisa dijalani dengan proses yang bersih dan sesuai dengan keinginan masyarakat luas.

Dalam penyelenggaraan Pilkada, seharusnya pemuda memiliki kekuataan yang bisa menggiring opini yang lebih baik. Disini seharusnya peran pemuda bisa menjadi motor penggerak perubahan dalam Skala Pilkada (lokal).

Memang untuk mengubah tatanan politik yang baik perlu proses dan waktu yang panjang, akan tetapi pemuda yang memiliki kreativitas perlu dituangkan secara aktif melalui partispasi secara langsung. Informasi yang diserap dan penguasaan media sosial lebih melekat kepada pemuda saat ini, menjadi modal yang berguna dalam mensosialisasikan Pilkada yang sehat dan bersih, terlebih lagi penggunaan media sosial pada kalangan pemuda saat ini lebih dari sekedar kebutuhan sehari-hari.

Oleh sebab itu, pemuda bisa lebih berperan aktif dalam ikut serta pada proses politik di dalam penyelenggaraan Pilkada. Pemuda dengan penggunaan media sosial yang sangat lekat secara tidak langsung menumbuhkan jaringan-jaringan baru yang timbul diantara para pemuda seperti, organisasi, komunitas dan lainnya yang cenderung dilakukan oleh pemuda saat ini. Partisipasi aktif pemuda bisa meningkatkan angka pemilih dalam Pilkada dan juga bisa menjadi pengawas partisipatif agar pilkada bisalaksanakan jujur dan adil. (*)

Related posts

Leave a Comment