oleh

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar Dipinggir Irigrasi

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Musirawas, turun langsung guna merobohkan bangunan liar.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Musirawas, turun langsung guna merobohkan bangunan liar.

MUSIRAWAS, MS – Meski telah berulang kali diberikan peringatan baik lisan, maupun tertulis kepada pedagang untuk membongkar bangunan yang berdiri di samping irigrasi pengairan, tepatnya di Kecamatan Tugumulyo. Namun, para pedagang nampaknya tidak begitu menghiraukan himbaun tersebut, hingga akhirnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Musirawas, turun langsung guna merobohkan bangunan, Kamis (4/8) sekitar pukul 09.00 WIB.

Puluhan bangunan yang mayoritas berupa pondok dan gubuk itu pun, langsung diratakan dengan tanah, yakni dari Desa D hingga Pasar B Srikaton. Tindakan tegad yang dilakukan oleh Satpol PP tersebut, terlihat tidak diwarnai perlawanan oleh pemilik.

Kepala Satpol PP Musirawas, Hariyanto melalui Kabid Penegakan Perda, Tri Wahyudi menegaskan, penertiban dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10/2013 tentang pembongkaran bangunan liar yang dipergunakan tidak pada tempatnya, baik untuk usaha permanen ataupun tidak.‎

“Merujuk pada Perda tersebut, maka kita lakukan pembongkaran terhadap bangunan di pinggir irigasi sepanjang Kecamatan Tugumulyo,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, sebelum dibongkar langkah persuasif telah dilakukan dengan sosialisasi dan surat peringatan, untuk meminta para pedagang membongkar sendiri lapaknya.

“Jadi, jika tidak diindahkan dalam waktu satu minggu petugas Satpol PP langsung membongkar bangunan tersebut. Kita sudah minta untuk bongkar sendiri. Langkah persuasif sudah dilakukan, tetapi membandel jadi akhirnya dibongkar,” kata dia.

Menurutnya, bangunan yang ada di bibir irigrasi sesuai ketentuan Perda tidak diperbolehkan. Namun, pihaknya mengapresiasi karena saat pembongkaran tidak ada perlawanan dari pedagang.

“Karena sudah ada dasar hukumnya, papan reklame terpasang jelas. Apalagi, tiap sudut irigrasi ada plang terbuat dari besi terkait sosialisasi Perda ini. Kedepan, kami akan melakukan pemantauan kegiatan di sepanjang irigrasi pengairan. Jika ada pedagang tetap bandel, tindakan tegas langsung diambil. Kita tidak ingin semuanya menjamur dan menjadi kebiasaan. Kita ingin tegakkan aturan jangan sampai tidak dipatuhi,” ungkapnya. (sen)

News Feed