You are here
Ratusan Karyawan Mitra Ogan Gelar Aksi Demo HEADLINE 

Ratusan Karyawan Mitra Ogan Gelar Aksi Demo

BATURAJA, MS – Ratusan karyawan PT Perkebunan Mitra Ogan, Karang Dapo Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan aksi demo. Mereka menuntut gaji yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan. Aksi yang digelar di halaman pabrik Mitra Ogan Karang Dapo, Rabu (14/9).

Ketua SPSI Bawafi mengatakan, aksi ini digelar menuntut perusahaan agar segera membayar gaji karyawan dan tunjangan pendidikan. “Gaji selama dua bulan baru dibayar 65 persen,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan manajeman untuk membangun kebun yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). “Proyek pembangunan kebun di Muba yang menelan biaya sebesar Rp1,2 Trilun tersebut sangat berdampak kepada keuangan Mitra Ogan disini. Diduga pula, dalam prosesnya telah terjadi kerugian sebesar Rp140 miliar,” ungkapnya.

Bahkan, semenjak pembangunan itu pula, pada akhirnya hak–hak karyawan yang ada di OKU tidak pernah terpenuhi. “Kita (para pendemo) akan segera melaporkan pihak manajemen perusahaan ke Kementerian BUMN,” tegasnya.

Bahkan, bila hak tidak dipenuhi maka mereka akan melakukan mogok kerja. “Selama tuntutan belum dipenuhi, kami tidak akan kerja,” kata pendemo.

Sementara itu, Kaur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Mitra Ogan, Edi Froza, didampingi Kepala Kantor Distrik PT Mitra Ogan Jepri, saat menerima aksi demo tidak menampik adanya kekurangan pembayaran gaji karyawan pada bulan Juli dan Agustus.

Menurut Edi, untuk bulan Juli dan Agustus karyawan baru menerima gaji sebesar 65 persen. Ini dikarenakan keuangan perusahaan sedang sakit. “Kami tidak dapat memastikan kapan sisa gaji tersebut dilunasi lantaran saat ini masih berupaya mengajukan pinjaman ke pihak perbankan. Jika itu dikabulkan, maka segera membayarkan sisa gaji yang jumlahnya sekitar Rp 4 milyar,” ujarnya.

Disinggung soal adanya dugaan korupsi yang telah merugikan keuangan perusahaan, Edi dan Jepri enggan memberikan komentar apapun. “Kami tidak punya wewenang untuk menjawab pertanyaan itu,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan, aksi mogok kerja ratusan massa tersebut dikawal ketat puluhan anggota Polsek Peninjauan, yang dibackup anggota Polsek Sinar Peninjauan, Polsek Lubuk Batang dan anggota dari Polres OKU.

Dengan membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan berbagai macam tuntutan, pendemo mendesak pihak manajemen perusahaan tersebut untuk segera membayar hak–hak pekerja berupa sisa gaji bulan Juli dan Agustus 2016. (kk)

Related posts

Leave a Comment